Anwar El Ghazi, Berdiri untuk Palestina Berujung Dipecat Mainz 05



Jakarta, CNN Indonesia —

Sikap politik Anwar El Ghazi yang dipublikasi secara terbuka di media sosial tidak bisa diterima oleh klub Jerman, Mainz 05.

Klub yang berdomisili di Jerman bagian barat itu resmi memutus kontrak El Ghazi pada Jumat (3/11). Itu dilakukan setelah El Ghazi memuat tulisan terkait situasi geopolitik internasional saat ini.

“Posisi saya tetap sama seperti ketika hal ini dimulai. Saya menentang perang dan kekerasan. Saya menentang pembunuhan semua warga sipil yang tidak bersalah,” tulisnya dilansir dari The Athletic.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya menentang segala bentuk diskriminasi. Saya menentang Islamofobia. Saya menentang anti-Semitisme. Saya menentang genosida. Saya menentang apartheid. Saya menentang pendudukan. Saya menentang penindasan,” tulisnya.

Mainz berang dengan sikap El Ghazi sebab pemain asal Belanda ini sudah diperingatkan. Peringatan pertama sudah diberikan. Namun El Ghazi tak berhenti menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Mantan pemain Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven ini mengaku tak khawatir mendapat sanksi berat. Pemain 28 tahun ini bahkan tak takut pekerjaannya hilang karena sikap tegas ini.

“Pertahankan yang benar, meskipun itu artinya berdiri sendirian,” tulis pemain yang mengajukan perpindahan status pemain dari Belanda ke Maroko pada Oktober 2022 tersebut.

“Hilangnya mata pencaharian saya tidak ada artinya jika dibandingkan dengan penderitaan yang menimpa orang-orang tak bersalah dan rentan di Gaza. Hentikan pembunuhan.”

[Gambas:Instagram]

Pemain kelahiran 3 Mei 1995 ini memang punya sikap yang terbuka. Besar di kota kecil Barendrecht yang asri dan damai, El Ghazi tumbuh dengan pengaruh lingkungan anti penjajahan.

El Ghazi mulai menekuni sepak bola pada 2000 atau saat usianya lima tahun. Ia masuk akademi sepak bola BVV Barendrecht. Setelah enam tahun, El Ghazi pindah ke akademi Feyenoord.

Dua tahun berselang diminta bergabung Spartaan 20 lantas ke Sparta Rotterdam setahun berikutnya, dan mendapat kontrak dari Ajax pada 2013 atau saat usianya 16 tahun.

Sebelum dikontrak Ajax, El Ghazi sudah membela tim nasional Belanda U-17 pada 2011. Ia juga masuk skuad U-18 pada 2012 hingga 2013, kemudian U-21 pada 2014 hingga 2014.




Anwar El Ghazi dipecat karena mendukung Palestina secara terbuka. (AFP/PAUL ELLIS)



El Ghazi debut profesional bersama Ajax pada Juli 2013. Pemain berposisi winger atau striker ini tampil mentereng bersama Ajax sehingga menarik minat klub Prancis, Lille.

Dua tahun bersama Lille, El Ghazi dipinjamkan ke klub Inggris, Aston Villa pada 2018. Semusim dipinjam, Villa menawarkan kontrak permanen pada awal musim 2019/2020.

Sempat dipinjamkan ke Everton pada 2022, El Ghazi akhirnya kembali ke Belanda, ke PSV pada musim 2022/2023. Tak sampai semusim,, tawaran dari klub Jerman Mainz datang.

Rupanya keputusan pindah ke Mainz ini berakhir pemecatan. Sikap politik pribadi El Ghazi yang dipublikasikan di media sosial dianggap tak sesuai sikap klub atas situasi yang terjadi.

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *