Anak Anggota DPR Jadi Tersangka Penganiayaan Perempuan hingga Tewas



Surabaya, CNN Indonesia —

Polrestabes Surabaya, Jawa Timur menetapkan Gregorius Ronald Tannur sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan hingga membuat kekasihnya, DSA (29) meninggal dunia.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce mengatakan tersangka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

“Kami telah menetapkan GR, laki-laki, 31 tahun, tempat tinggal di Pakuwon City, Surabaya, dari saksi kami tingkatkan tersangka,” kata Pasma saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/10).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gregorius Ronald Tannur merupakan putra dari anggota DPR Fraksi PKB Edward Tannur.

Penetapan tersangka dilakukan usai polisi menghimpun fakta dalam proses penyelidikan, hasil autopsi, menyusun kronologi serta mengamankan sejumlah bukti rekaman CCTV.

“Sebagai konstruksi hukum berdasarkan fakta-fakta penyidikan yang disesuaikan dengan kronologis dan didukung alat bukti serta gelar perkara,” ucapnya.

Tersangka dijerat Pasal 351 ayat 3 dan atau Pasal 359 KUHP. Tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

“Hukuman maksimal 12 tahun penjara. GRT juga sudah kami lakukan penahanan sejak Kamis (5/10),” kata Pasma.

Terpisah, PKB mengakui bahwa Gregorius Ronald Tannur merupakan putra dari kadernya yang bernama Edward Tannur. Edward juga berstatus anggota DPR RI.




 Polres Surabaya menetapkan Gregorius Ronal Tannur sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan hingga membuat kekasihnya, DSA (29) meninggal dunia. (CNN Indonesia/Farid)



Ketua Fraksi PKB di DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan sudah melakukan konfirmasi kepada Edward Tannur.

“Kami telah mengonfirmasi kepada anggota Fraksi PKB DPR RI atas nama Edward Tanur dan beliau membenarkan jika R adalah putranya,” kata Cucun lewat keterangan tertulis, Jumat (6/10).

Menurut keterangan pengacara korban, DSA (29) diduga tewas usai dianiaya kekasihnya RT, yang merupakan anak anggota DPR RI. Penganiayaan itu terjadi di sebuah klub malam di Jalan Mayjen Jonosewojo, Surabaya.

“Kami merasa ada tindakan upaya penganiayaan terhadap perempuan. Dan ini dilakukan oleh seorang anak dari salah satu pejabat di DPR RI,” kata kata kuasa hukum keluarga korban Dimas Yemahura saat dihubungi, Kamis (5/10).

DSA pergi dengan Gregorius Ronald Tannur ke klub malam itu pada Selasa malam (3/10). Menurutnya, RT dan DSA berselisih saat berada di klub malam.

Menurut keterangan yang didapat, Gregorius Ronald Tannur melakukan kekerasan kepada DSA hingga tak sadarkan diri. Saat DSA tergeletak dalam keadaan tak sadar diri di area basement, Gregorius Ronald Tannur merekam DSA sambil tertawa dan mengklaim tak tahu apa yang terjadi.

“Saudara RT malah melakukan video Mbak DSA yang tergeletak di halaman basement dan mengatakan dia enggak tahu kenapa dia tergeletak. Dan saudara RT ini masih menertawakan korban, padahal korban sudah tergeletak,” kata dia.

(frd/bmw)

[Gambas:Video CNN]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *