4 Poin Respons RI soal Israel Tuduh RS Indonesia di Gaza Markas Hamas



Jakarta, CNN Indonesia —

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina masih menjadi target gempuran Israel. Tel Aviv bahkan menuding RS Indonesia menjadi markas Hamas, milisi Palestina penguasa Gaza yang tengah berperang dengan negara Zionis.

Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, sebelumnya menunjukkan video dan foto, yang menurutnya menjadi strategi Hamas dengan menggunakan sejumlah rumah sakit, termasuk RS Indonesia, sebagai perisai dari serangan.

“Hamas secara sistematis mengeksploitasi rumah sakit-rumah sakit sebagai bagian dari mesin perangnya,” ujar Hagari dikutip Reuters.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia pun buka suara soal tuduhan itu. Juru bicara Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, memaparkan empat poin tanggapan atas tuduhan Israel tersebut.

Pertama, RS Indonesia di Gaza adalah fasilitas yang dibangun masyarakat Indonesia sepenuhnya untuk tujuan kemanusiaan dan untuk melayani kebutuhan medis masyarakat Palestina di Gaza.

“RS Indonesia saat ini sudah dikelola sepenuhnya oleh otoritas Palestina di Gaza, meskipun dari waktu ke waktu selalu ada relawan Indonesia yang membantu,” kata Iqbal melalui pernyataan kepada wartawan pada Selasa (7/11).

Kedua, Iqbal menuturkan RS Indonesia adalah satu dari segelintir fasilitas kesehatan yang masih berfungsi di Gaza di tengah jumlah korban serangan Israel yang terus bertambah setiap harinya.

[Gambas:Video CNN]

“Rumah sakit ini saat ini merawat pasien dalam jumlah jauh melampaui kapasitasnya,” papar Iqbal.

Ketiga, Iqbal juga mengatakan Menlu RI Retno Marsudi sejak awal secara konsisten mengutuk dan menyerukan penghentian segera serangan membabi buta terhadap target sipil, khususnya fasilitas-fasilitas kemanusiaan di Gaza, termasuk rumah sakit dan ambulans.

Selain itu, Iqbal juga memaparkan kondisi 3 WNI relawan di rumah sakit Indonesia yang memilih bertahan untuk meneruskan misi kemanusiaan mereka ketimbang dievakuasi pulang ke Tanah Air.

“Mereka (3 WNI) dalam kondisi baik dan secara sadar memilih untuk tidak ikut dievakuasi oleh pemerintah. Kemlu terus berkomunikasi dengan ketiga WNI tersebut guna memonitor kondisinya,” ujar Iqbal.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza kini menjadi satu-satunya harapan bagi warga yang berada di Gaza Utara, di tengah agresi Israel.

RS Indonesia masih berdiri utuh di tengah gempuran Israel di Gaza, namun terancam lumpuh operasionalnya menyusul pasokan listrik, obat-obatan, hingga logistik lainnya yang makin menipis di tengah blokade negara Zionis.

(rds)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *